Toko Pempek | Jual Pempek Online

Jual Pempek Palembang. Jual pempek lezat. Pempek asli. Pempek dengan kualitas tinggi. Dilengkapi Cuko super sedap.

12 Feb

Jembatan Ampera


Jembatan Ampera dibangun pada bulan April 1962, setelah mendapatkan persetujuan dari Presiden Soekarno. Pada awalnya, jembatan dengan panjang 1.177 meter dan lebar 22 meter ini disebut Jembatan Bung Karno. Jembatan Ampera diresmikan pada tanggal 30 September 1965 oleh Let. Jenderal Ahmad Yani. Namun, setelah pergolakan politik pada tahun 1966, ketika gerakan anti-Soekarno lebih kuat, jembatan ini berganti nama menjadi Jembatan Ampera. Uniknya, warga Palembang lebih suka menyebutnya “Proyek Musi”.

Dulunya, bagian tengah dari jembatan ini dapat diangkat naik dan turun, sekitar 10 meter per menit. Jembatan ini memang memiliki dua menara pengangkat setinggi 63 meter. Jarak antara dua menara ini 75 meter. Mereka memiliki dua pendulum, berat masing-masing sekitar 500 ton.

Ketika bagian tengah jembatan diangkat, kapal dengan lebar 60 meter dan tinggi maksimum 44,50 meter dapat melewati bagian bawah jembatan. Bilamana jembatan ini tidak diangkat, tinggi kapal maksimum yang bisa lewat di bawah jembatan hanya sembilan meter di atas permukaan air. Sayangnya, saat ini, jembatan sudah tidak dapat diangkat karena alasan keamanan.

Tips
Jika Anda ingin melihat Jembatan Ampera dari dekat, jangan menggunakan kendaraan bermotor. Karena jika Anda berhenti di tengah jembatan, polisi akan menilang Anda.

Cara Mencapai
Jembatan Ampera terletak di Palembang. Anda dapat masuk ke kota ini melalui Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II.
Dari pusat kota, ada angkutan umum dan bus kota dari berbagai tujuan yang dapat membawa Anda ke Ampera.

Mengelilingi Jembatan Ampera
Cara terbaik untuk mengunjungi Jembatan Ampera adalah dengan berjalan kaki sehingga Anda bisa merasakan angin yang berhembus dari Sungai Musi.

Berbelanja di Sekitar Jembatan Ampera
Untuk membeli suvenir, Anda hanya perlu berjalan sekitar 50 meter dari Jembatan Ampera di mana Anda dapat menemukan sebuah pasar yang menjual berbagai jenis makanan lokal dan suvenir khas, seperti pempek, buah-buahan dan Songket (kain tenun). Pasar ini disebut Pasar 16 Ilir. Sekitar tiga kilometer dari sana, Anda bisa menemukan sebuah pusat Songket dan 50 meter dari sana, Anda bisa menemukan pusat Lekeur (ukiran).

Kuliner di Sekitar Jembatan Ampera
Anda tidak akan menemukan kesulitan untuk mendapat makanan lokal di sini. Tidak jauh dari Masjid Agung Palembang, Anda dapat menikmati makanan tradisional Palembang seperti aneka pempek, pempek panggang dan kerupuk.
Di Sungai Musi, ada juga restoran terapung di mana Anda bisa makan sambil menikmati pemandangan Jembatan Ampera.

Menikmati Jembatan Ampera
Jembatan Ampera merupakan salah satu ikon Palembang. Oleh karena itu, Anda harus mengambil foto dengan Jembatan Ampera sebagai latar belakang.


Post a Comment