Toko Pempek | Jual Pempek Online

Jual Pempek Palembang. Jual pempek lezat. Pempek asli. Pempek dengan kualitas tinggi. Dilengkapi Cuko super sedap.


12 Feb

Kota Palembang


Palembang, kota terbesar kedua di Sumatera setelah Medan, terkenal sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya yang kaya dan berkuasa besar selama lebih dari tiga abad (dari abad ke-9 hingga ke-11), menjadi pemerintah tertinggi atas Sumatera dan juga Selat Malaka yang sangat strategis.

Sriwijaya kemudian dikenal sebagai pusat perdagangan serta pusat pembelajaran Buddha. Biarawan dari China, India dan Jawa berkumpul di sini untuk belajar dan mengajarkan pelajaran Buddha. Menurut catatan, pada tahun 671 seorang biksu Buddha dari Cina yang terkenal, I Ching menetap di Palembang selama enam bulan dalam perjalanannya ke India. I Ching menulis bahwa ada lebih dari 1.000 biksu Buddha di kota ini dan menyarankan biarawan Cina untuk belajar bahasa Sansekerta di Palembang sebelum melanjutkan perjalanan ke India.

Raja Sriwijaya bertempat tinggal di wilayah tepi pantai, sementara rakyatnya hidup di sepanjang Sungai Musi yang luas. Sriwijaya memiliki armada yang kuat dan menjadi lokasi perdagangan yang sibuk, yaitu perdagangan emas, rempah-rempah, sutra, gading dan keramik dengan banyaknya pedagang asing yang berlayar dari Cina, India dan Jawa. Namun, pada tahun 1025, Raja Chola di India Selatan mengirim armadanya ke Sumatra, menghancurkan kerajaan, menandai berakhirnya era keemasan Kerajaan Sriwijaya.

Kemudian, Laksamana Cheng Ho, utusan dari kaisar Cina mengunjungi Palembang pada abad ke-15.

Ibukota Provinsi Sumatera Selatan, Palembang, mendapat kemakmuran dari hasil tambang batubara, yang ditambang di daerah sekitarnya dan dari perkebunan kelapa sawit. Sebagian besar penduduk masih tinggal di sepanjang sungai Musi yang luas.

Aliran Sungai Musi bersumber jauh di Pegunungan Bukit Barisan, kemudian mencapai dataran dan semakin besar karena bertemu aliran Sungai Ogan dan Sungai Komering, kemudian melebar menjadi sungai besar hingga mencapai Palembang. Banyak anak sungai dan sungai yang membelah Kota Palembang, menyebabkan kota ini pernah dijuluki ‘The Venice of the East’.

Ikon Kota Palembang modern adalah Jembatan Ampera, yang dibuka untuk umum pada tahun 1965, yang menghubungkan kedua sisi kota. Pemandangan Sungai Musi dari jembatan ini sungguh menakjubkan. Sungguh asyik bila wisatawan menikmati perahu ramai hilir mudik di pasar terapung dari Jembatan Ampera. Sinar matahari terbenam yang menerpa rumah panggung di sepanjang kedua sisi Musi dan ruko-ruko Cina yang sudah berdiri selama berabad-abad, merupakan kenangan yang tidak mudah dilupakan.

Sebelah utara jembatan Ampera adalah Mesjid Agung palembang, dibangun pada tahun 1740 oleh Sultan Badaruddin I. Daerah ini pernah menjadi ibukota kerajaan Islam Melayu yang berakhir pada tahun 1825, ketika Sultan Ahmad Najamuddin menyerah kepada Belanda dan diasingkan ke Banda Neira.

Tapi Palembang bukan hanya terkenal karena sejarahnya. Pada malam tahun baru, puluhan disc jockey berkumpul di pusat kota untuk men-charger energi anak muda di kota ini, sedangkan penenun songket tradisional dan pengukir kayu menghasilkan karya yang begitu khas dan indah.

Bila Anda berkunjung ke Palembang, jangan lupa untuk mencoba ikan sungai pedas yang dikukus dengan bungkus daun pisang, yang disebut Pepes Palembang. Jangan lupa pula untuk menikmati hidangan favorit yang disebut pempek, yang dicelupkan ke dalam saus cuko pedas manis.

Tips
Lomba Bidar (perahu khas Palembang) layak masuk dalam agenda Anda jika Anda ingin mengunjungi Palembang di sekitar Hari Kemerdekaan, 17 Agustus. Lomba Bidar diadakan di Sungai Musi. Perahu ini panjangnya 24 meter dan lebar 75 cm, didukung oleh 50 orang pendayung. Festival Sriwijaya setiap bulan Juli mempertunjukkan berbagai atraksi budaya dan juga mengadakan lomba perahu hias.

Mengelilingi Kota Palembang
Bus Kota di Palembang merupakan salah satu armada bus yang paling nyaman di negeri ini. Namanya bus TRANS MUSI. Ada dua jenis bus – hijau dan biru – dengan rute yang berbeda.

Anda bisa menggunakan bus ini untuk berkeliling palembang.

Belanja di Palembang
Songket pastilah suvenir yang layak untuk Anda beli. Songket adalah sarung tenun indah yang ditenun dengan tangan secara trasisonal, Anda dapat menggunakannya di mana saja, kapan saja, terutama ketika diperlukan untuk acara keagamaan, acara resmi pemerintahan, atau acara pernikahan. Songket emas dan perak lebih mahal dan biasanya dipakai untuk pernikahan atau acara-acara seremonial lainnya.

Tempat terbaik untuk berbelanja adalah mall, seperti PIM dan Palembang Square. Mall besar ini banyak menjual berbagai item, sarana terbaik bagi mereka yang gila belanja dan juga cara yang baik untuk membunuh waktu.
Lebih memilih pasar yang lebih tradisional? Kunjungilah Pasar 16 Ilir jika Anda ingin melatih keterampilan tawar-menawar Anda. Pasar besar ini terletak di dekat Mesjid Agung Palembang. Songket yang bisa Anda beli di sini terdiri dari berbagai variasi, mulai dari sarung, dompet, sepatu, pakaian, dan banyak lagi.

Kuliner di Palembang
Pempek atau empek-empek menjadi ikon utama kuliner Palembang. Anda harus memiliki perut yang kuat untuk mencicipinya. Kebanyakan pempek terbuat dari adonan tapioka dan ikan tengiri atau makarel yang digoreng, dan dicelupkan ke dalam sup manis asam, dan, pedas!
Toko Pempek bisa anda temukan di setiap sudut Kota Palembang. Mulai dari pempek KW 2 (dengan sedikit ikan) sampai pempek asli (sangat terasa ikannya).

Martabak India atau Martabak HAR juga merupakan salah satu penganan lokal yang harus Anda coba. Penganan ini dapat Anda temui di Pasar Kuto. Hampir semua makanan India menggunakan kari dan penganan ini tidak berbeda. Rasa –nya yang khas akan membawa Anda kembali ke masa silam ketika pedagang India mulai menghuni kota ini. Dekat dengan Kebon Sirih, ada juga penjual Martabak India.

Model gandum dan Burgo mungkin merupakan kudapan lain untuk Anda cicipi. Model dapat ditemukan di Simpang Empat, dekat Jembatan Karang, atau Model Dowa di Simpang Lima atau Bukit Baru. Kwe Tiau tersedia di jalan Kebon Sirih. Pangsit dapat Anda cari di Kavaleri. Bakso Gepeng dekat Pasar Kuto tepat sebelum Telkomsel.

Pindang adalah sup ikan gurih khas Palembang. Pindang dapat dibeli di Pindang Meranjat atau Pindang Pegagan di Demang Lebar. Pindang juga dapat ditemukan di Jalan Sudirman dekat dengan IGM. Sup lezat ini juga dapat ditemukan di Kol. Burlian dekat dengan Jalan Soekarno-Hatta.